Saturday, August 16, 2014

Cinta Dalam Diam


Obet masih saja memandangi sebuah foto yang sudah sedikit pucat. Iya fotonya sakit. Foto itu masih saja ia pandangi dari kemarin. Ia tampak seperti habis menangis, apakah dia menangis? Mengapa dia menangis? Oh ternyata dia memandangi foto itu sambil ngupas bawang. Pantas ia menangis. Tapi... ia menangisnya beda.

Tangisannya berbeda.. tangisannya seperti nada lagu mastin. Oh rupanya dia sedang meng-cover lagu mastin dengan suara tangisan. Obet sempat bersin berkali-kali karena kotornya foto yang sudah lama ia simpan itu. Foto apakah itu? Iya benar, foto ia dan mantannya. Foto itu diambil dari kamera yang bisa langsung mencetak foto, delapan bulan yang lalu. Iya, sudah delapan bulan tetapi Obet tidak bisa move on. Ia masih sayang kepada mantannya. Sungguh kasian, dia belum bisa melupakan kenangan selama delapan hari dalam delapan bulan. 

"Obet.. Obet... Bangun.." Ternyata dia ketiduran.

Ternyata benar, efek galaufein* dari melihat foto mantan memang besar. Obet masih sering berbicara sendiri disaat malam hari. Kenangan mengobrol bersama di telpon masih terkenang jelas di pikiran Obet. Hari ini adalah hari minggu. Obet libur sekolah. Ia ingin pergi kerumah mantannya, Obet ingin menyatakan cintanya. Untung, rumah Obet dan mantannya tidak terlalu jauh, ya kira-kira 5 langkah dari rumahnya. Langkah Dinosaurus.

Obet sudah berada di depan rumah mantannya. Namun, untuk memanggil mantannya pun ia tak sanggup. Kalau ga sanggup? Sanggupin. Perasaan malu dan malu masih tercampur. Akhirnya Obet hanya bisa berdiri di samping gerobak roda dua puluhnya yang ia parkir di samping rumah mantannya. Obet belum berani memanggil mantannya. Padahal saat-saatnya sedang tepat. Akhirnya Obet pulang.

"Krecek! Krecek!" Obet berusaha menyalakan mesin gerobak roda dua puluhnya. Gerobak Obet tetap tidak bisa nyala setelah 2 jam berusaha dinyalakan. Karena tidak bisa dinyalakan, Obet meninggalkan gerobak roda dua puluhnya di depan rumah mantannya dan Obet jalan kaki kerumahnya. Obet hanya bisa mencintai mantannya dalam diam. Hanya berbicara lewat tulisan, diam dalam ucapan. Akhirnya Obet menulis surat untuk mantannya.
Hai.
Masih ingat aku? Orang yang pernah mencintaimu dan masih mencintaimu.
Orang yang selalu memenuhi chat bbm-mu. Walaupun kamu nggak bales bbm-ku. Aku rapopo.
Masih ingat saat pertama kali kita bertemu? Disaat kamu sedang ngemut aspal dan aku ikutan juga.
Disaat dunia serasa milik kita berdua dan akhirnya cinta datang pada diri kita masing-masing.
Saat itu aku cinta kamu, tetapi kamu cinta dia. Sekali lagi, aku rapopo.
Sudah ya, aku mau lanjut ngisep asap pabrik dulu.
Oh iya, titip gerobak roda dua puluhku yak! Kalau bisa benerin sekalian.
-Pria yang mencintaimu dalam tulisan-
Obet mengirim surat itu langsung. Iya, Obet langsung menaruh surat yang telah ia buat di depan rumah mantannya. Obet hanya bisa mencintai mantannya dalam diam. Dalam tulisan lebih tepatnya. Obet tidak berani mengungkapkan perasaannya pada mantannya. Padahal bisa saja sang mantan masih menyimpan rasa padanya.

Mencintai itu sah saja, tetapi lebih baik ungkapkan perasaan cinta itu sebelum cinta itu berubah menjadi sakit hati.  

#SALAM PISANG

9 comments:

  1. Cinta dalam diam, aku pikir ini awalnya @Dwitasaridwita haha..
    Ternyata judulnya doang yang mirip.
    Cinta dalam diam itu kadang juga bikin nyesek dada, serius gue ngalemin. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ituu selebtweet yang terkenal copas itu bukan sih? :|
      Aku juga kak! :(

      Delete
  2. cinta dalam diam, tapi jgn ke mantan dong :D

    ReplyDelete
  3. Mau galau kenapa jadi ngakak juga ya hahaha

    ReplyDelete
  4. Emang bener ya itu DwitaSariDwita tukang copas?

    Blog udah difollow, follback ditunggu :)

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. gua pikir romantis, taunya ngakak :D

    ReplyDelete

Kalau bisa komentarnya diketik jangan hanya lewat suara hati. Karena ngomong dalam hati itu nggak enak.